Friday, May 9, 2014

Merenung.. Hohoho..

Hoho..sekali-sekali posting di blog pakai bahasa ibu ah..=P Pinginnya sih pakai bahasa Korea..haha..*songong* Tapi ya baiklah, aku pakai bahasa Indonesia aja kali ya. Hihihi.. Yuk mulai! :)

Pernah gak sih merenung di saat santai? Pasti pernah dong. Hohoho..boong deh kalau gak pernah merenung =D Ya gak? Hihi.. Nah, ngomong-ngomong soal merenung, aku kalau lagi santai, entah di kantor atau udah di rumah (khususnya pas mau istirahat malam), aku suka merenung mengenai kehidupan..*ceile, gaya bener* Eh, tapi beneran, merenung bukan sembarang merenung alias ngelamun lho ya. Ini merenung beneran! Hoho..

Di saat aku merenung, hal pertama yang selalu muncul di benakku adalah aku sangat bersyukur sama Tuhan, karena Dia selalu memberikan aku kehidupan yang sangat baik, sejak aku lahir sampai sekarang. Selalu bersyukur pada Tuhan, sudah pasti selalu aku lakukan. Memang sih, akhir-akhir ini aku jadi jarang ngobrol sama Tuhan lewat doa. Tapi setidaknya, sebelum tidur atau mau memulai & selesai aktivitas, aku gak pernah lupa mengucapkan "Puji Tuhan, makasih banyak Tuhan" :) Jadi, aku yakin Tuhan tau, klo aku selalu merasa dekat dengan-Nya. Hehehe..*pembenaran diri sendiri* =P

Kalau aku renungi, Tuhan selalu baik sama aku & bikin aku selalu merasa bahagia. Tapi bukan berarti aku gak pernah sedih ya. Aku juga suka sedih kok. Mungkin kesedihan ini adalah salah satu cara Tuhan untuk "mendidik" aku biar jadi lebih tegar dan membuka pikiran aku, dan di balik kesedihan ini, Tuhan selalu kasih aku kebahagiaan yang jauh lebih besar. Satu hal yang pernah bikin aku sedih banget adalah saat dikhianati oleh orang yang aku pikir dia itu bisa sayang & nerima aku apa adanya, karena aku udah nerima dia apa adanya. Tapi ternyata apa yang aku lakukan itu malah dibalas sama "kejahatan" yang bikin aku sakit hati & sedih. Ditambah lagi, orang yang adalah bagian dari keluarga besarku juga terlibat di sini. Wiw..rasanya tuh kaya ditusuk dari belakang pake golok..*lebay* Tapi, kemudian saat aku udah tenang, aku berpikir, ya ampun ternyata harusnya aku tuh bersyukur sama Tuhan, meski lewat cara yang bikin aku sakit hati, tapi ini merupakan cara Tuhan untuk menyelamatkan aku dari orang yang jahat! Dan terbukti, Tuhan kasih aku penggantinya yang jauuuuuuuuuhhhhhhhhhhhh lebih baik. Bukan aku membandingkan lho ya. Tapi ya memang benar, Tuhan kasih aku orang yang sayang & nerima aku apa adanya. Hohoho..

Aku juga bersyukur dikasih orang tua yang mendidik aku dengan baik, sehingga aku bisa seperti sekarang ini. Setidaknya, aku merasa, aku ini orang yang punya hati & nurani, bertindak itu gak seenaknya, tapi pakai hati & pikiran realistis. Hohoho..*bukan bermaksud sombong lho ya!* Kadang ya, aku tuh suka heran sama orang yang suka seenaknya sendiri & sombong, apalagi kalau dia merasa dirinya tuh lebih hebat dari orang lain di sekitarnya (meski sebenarnya yang hebat tuh bukan dia, tapi orang tuanya), atau orang yang gak peduli sama orang lain tapi dia pingin diperhatikan / bahkan dia senang dipuji. Ih..aneh! Aku juga suka heran sama orang yang menganggap dirinya tau segalanya dan menganggap orang lain gak tau apa-apa. Buset! Emang dia Tuhan apa ya? Ckckck.. Terus kadang juga suka heran sama orang yang sebenarnya dia tau kapasitas dia, tapi bertindak melebihi kapasitasnya (pingin gaya tapi modal terbatas, dan akhirnya "maksa"). Ya itu semua kembali lagi ke pribadi masing-masing sih ya. Kalau aku pribadi, aku akan bertindak ya sesuai dengan kapasitas aku..=) Satu pelajaran di sini, karena sekarang aku udah punya anak, maka aku harus bisa mendidik anakku dengan baik, supaya anakku menjadi orang dengan pribadi yang baik & punya hati nurani.. Amin! Hohoho..

Dan yang pasti, aku sangat bersyukur karena dikelilingi oleh orang-orang (orang tua-mertua, suami, anak, kakak-adik-ipar, para sahabat & para saudara) yang tulus sayang sama aku & mau menerima aku apa adanya. Hihihi.. God Bless You all.. (^_^)

No comments: